Sunday, July 20, 2008

hujan menyapu, keringat mengucur bagian ke 2

Tete susu payudara seksi bin montok maknyus wkaka
<-- cerita sebelumnya

****
setelah membuang air kecil aku pandangi kembali baju-bajunya yang basah. dari sekat kamar mandi aku perhatikan dia sedang menonton televisi di atas kasurku bantal dipeluknya untuk menutupi vagina yang sekarang tidak terbalut kain sedikitpun. kuhampiri kembali dia. acara televisi memang tidak ada yang seru. tiba-tiba dia menanyakan film, mungkin dia melihat dvd player yang bertengger di bawah televisi di kost-an ku. kutunjukan sebuah cd case yang ada di atas lemari dan kubiarkan dia memilih sendiri. aku kaget setelah tau dia mengambil 2 cd case seharusnya hanya ada satu di atas lemari. ya ampun.. aku lupa menyimpannya kembali ... koleksi blue filmku. untung saja dia membuka cd case koleksi film yang biasa.

Ati menonton Film Quicky express yang sudah aku tonton berulang kali. ceritanya lucu memang, tapi karena sudah ditonton berulang-ulang aku bosan dan merebahkan diri di belakangnya. Ati selalu tertawa dan ketika tertawa kadang Ati menindihkan badannya di atas badanku yang sedang terlentang, aku sebenarnya sudah terangsang sejak tadi, tapi sengaja kutahan.

tanpa sadar aku terlelap, entah berapa lama. namun ketika aku bangun Ati sudah tidak lagi menonton Quicky express akan tetapi sudah beranjak ke cd case yang satu lagi kumpulan Blue Film. posisi duduknya sangat dekat dengan televisi. aku tidak serta-merta bangun. akan tetapi, mengintip dari kelopak mataku dan berpura-pura sedang tidur. Ati menengok kebelakang untuk meyakinkan bahwa aku masih tidur, kemudian dia melanjutkan kembali menonton blue film. Kedua tangannya bergerak di seputar dada, seperti dia sedang masturbasi. perlahan ketika Ati sedang sibuk dengan film porno dan kedua susunya aku dekati dia dari belakang. aku berkata dekat sekali dengan telinganya. Aku bantu ya Ti.

Setelah berkata seperti itu aku beranikan tanganku menyentuh kedua susunya yang besar dengan sangat perlahan. Ati tidak melawan, dia malah menyenderkan badannya ke badanku. Susunya begitu lembut dan putingnya begitu merah. namun kedua matanya masih saja terpaku pada layar kotak yang ada di depan.

Akupun berinisiatif merebahkan badannya di atas lantai dan kubuka celana pendek ku. penisku keluar dan sudah sangat sangat tegang seakan-akan seperti gunung merapi yang sudah siap meletus dan hanya menunggu saat yang tepat. betul saja, Ita langsung terpaku pada burungku yang memang lumayan besar. Ita memegang burungku dengan sangat lembut akupun merebahkan diri tepat di sampingnya. Ita seperti mendapatkan mainan baru, dia sangat senang sekali memainkannya.

film porno yang disetel sedang menayangkan adegan oral sex. Ita seperti berinisiatif mengikuti adegan itu dan mulai mengemut burungku yang sedang tegang-tegangnya mulutnya yang hangat membuat seluruh darahku naik ke kepala. nikmatnya tidak dapat kulukiskan dengan kata-kata. kadang Ita dengan sangat nakal memainkan lidahnya ketika mengulum. aku perhatikan parasnya yang cantik sedang mengulum penisku. kadang ia berhenti sebentar untuk membuang rambut burung (Jembut) yang rontok dan bertengger di bibirnya.

Aku memang sengaja tidak memberitahunya ketika aku ingin orgasme. Tiba-tiba saja Ita berkata. Mas ada creamnya, pipinya memerah. Ita ke kamar mandi dan membuang cream yang ada di dalam mulutnya. sekali lagi ia bersihkan burungku namun seperti tak sabar lagi, aku jambak rambut dan kulumat bibirnya. Tanpa sadar tanganku bekerja meremas payudara seksi dan besar milik Ita, seperti tak tahan Ita menuntun burungku ke dalam sangkarnya. entah kenapa, burungku masuk ke dalam sangkarnya dengan sangat mudah. rasa panas sangkar Ita semakin membuatku tak karuan. kuputar-putar, naik turun, dan pada akhirnya kami berdua lemas. Ita memelukku, bahasa tubuhnya seakan mengatakan terima kasih untuk malam yang begitu indah.

aku terlelap kembali. ketika bangun Ita sudah tidak ada. sejak hari itu Ita berulang kali datang ke tempatku dan ketika Ita putus dari pacarnya akupun melamarnya.

Tamat